-->

SUNNAH SUNNAH MANDI JINABAT /SYARIAT ISLAM

| 8:14 PM |

 KAMIS SELALU OPTIMIS

Muntilan, 15 Juli 2021 M

٥ ذو الحجة ١٤٤٢هـ

=======================

Fiqh Ibadah, Bab 06


MANDI   

 (bag. 04)

(Sunnah-sunnah Mandi)


Para pembaca yang dirahmati Allah. Sebagai hamba yang ingin mendapatkan keridloan Allah, tentunya kita perlu memaksimalkan segala bentuk ibadah kita kepada Allah. Dengan cara menjalankan sesempurna mungkin ibadah kita tersebut baik secara rukun, syarat maupun kesunnahan di dalamnya. Dalam kita melakukan mandi wajib ataupun sunnah, kita juga mendapatkan anjuran-anjuran kesunnahan yang sebaiknya selalu kita perhatikan. Sebenarnya banyak sekali detail-detail sunnah dalam mandi yang diajarkan oleh Rasulullah, seperti pada hadits:

عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا اغتسل من الجنابة غسل يديه ، ثم توضأ وضوءه للصلاة ، ثم اغتسل ، ثم يخلل بيده شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات ، ثم غسل سائر جسده


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; dia berkata, “Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah, maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai ke dasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Untuk memudahkan pelaksanaan sunnah-sunnah tersebut, secara teknis, para ulama telah mengajarkan kepada kita setiap langkah dalam melakukan mandi agar dapat mencakup semua kesunnahan yang diajarkan oleh Rasulullah.


Urutan teknis yang disunnahkan dalam mandi;

1. Hendaknya menghilangkan segala macam kotoran sebelum memulai mandi. Seperti tetesan mani, najisnya kencing, maupun berbagai materi yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit seperti cat, pewarna kuku sintetis, dsb. Termasuk pula materi yang dapat merubah mutlaqnya air, seperti bedak, makeup, pelembab kulit, dsb.

2. Hendaknya menghadap kiblat, membaca basmalah, bersiwak, membasuh dua telapak tangan, berkumur, dan membersihkan hidung masing-masing tiga kali, dan berniat melakukan sunnah-sunnahnya mandi dalam semua yang dilakukan tersebut.

3. Membasuh area kemaluan dan sekitarnya dengan niat mengangkat hadats besar darinya, atau dengan niat mandi sunnah jika mandi tersebut dalam rangka mandi sunnah.

4. Berwudlu secara sempurna dengan melakukan sunnah-sunnahnya wudlu termasuk mengulangi berkumur dan lain sebagainya karena itu mengandung unsur pahala.

5. Hendaknya menutup aurat ketika mandi, yakni qubul dan dubur. Dan disunnahkan menutup sisa aurat yang lain.

6. Mengalirkan air ke bagian kepala sambil menyela-nyela rambut dengan berniat mengangkat hadats dari seluruh tubuh. Atau berniat mandi sunnah jika mandi tersebut bertujuan sunnah.

7. Menggosok dan mengaliri lipatan-lipatan tubuh yang rawan tidak terbasuh air.

8. Meratakan air dengan urutan bagian depan sebelah kanan, lalu bagian belakang sebelah kanan, kemudian bagian depan sebelah kiri, dan selanjutnya bagian belakang sebelah kiri. Urutan basuhan ini dapat diulangi tiga kali.


Lanjut : RUKUN MANDI

Semoga bermanfaat dan dapat menjadikan kita memperoleh keridloan Allah SWT, aamiin.

WaLLOHU a'lam

Abu Muchammad, Ubaidillah bin Muchammad

GENDAM NUSANTARA 919

Back to Top