Pengalaman Pertama Menulis dan Menerbitkan Buku


 

1. How Long Does It Take to Write a Book?

Saya membutuhkan waktu 10 tahun untuk menyelesaikan buku pertama saya yang diterbitkan di penerbit self publishing (Indie Publishing) dengan proses yang berliku dan berakhir dengan rasa syukur Alhamdulillah akhirnya saya dapat menulis menerbitkan buku dengan judul 33 cara merevolusi Hidup. Sebuah judul yang terinspirasi dari buku Marketing Revolution Pak Tung Desem Waringin. 

Seiring dengan pengalaman pertama menulis buku tersebut, saya menemukan pola untuk menulis buku ke-2 dengan menerapkan management waktu 30 menit perhari, maka buku ke-2 saya selesai dalam 1 tahun. Cara sederhana menulis dan menerbitkan buku, dengan kabar baik - Saya terbitkan sendiri dengan bendera Afsoh Publisher dan memakai CV Bismika. 

Pengalaman ke-3 Menulis Buku Duet bersama Kang Achoey, buku menulis Menyalur Hasrat dan selesai dalam waktu 6 bulan, saya berpikir apakah karna duet maka lebih cepat selesai. Saat itu saya branding diri saya sebagai Trainer NLP dan Praktisi Hipnotis. Menulis dengan aplikasi NLP dan Hipnosis. Melakukan Modelling bersama penulis novel best seller pemilik Usaha Mie Janda (Cucu haris). 

Pengalaman ke-4 saya uji coba untuk menulis buku secara keroyokan (Antologi) Alhamdulillah dalam satu bulan langsung terbit 4 Buku. Suati event online yang diikuti teman-teman facebook Groups Afsoh Publisher yang tersebar di malaysia, Arab, Taiwan dan Hongkong. 

2. 当写书的激情变暗时

Pada Saat Gairah menulis buku mulai menurun, Afsoh Publisher sudah tidak saya urusi lagi, pelatihan menulis juga berkurang, maka saya tidaklagi produktif menulis buku. SAya aktif menulis blog untuk promosi pelatihan public Speaking, Train the Trainer Motivator. Area Training Antara Surabaya, Solo, Jogja, Semarang dan jakarta. Bahkan tak jarang saya bagikan ebook CSMPD kepada peserta NNLP Practitioner. 

Saat ada pembatasan sejak 2020- dimana berkerumun tidak senikmat dahulu,maka aktivitas saya kembali menulis di blog- dan seolah saya seperti kehilangan momen - buku apa yang hendak saya tulis? Sungguh tidak ada ide sama-sekali. 

Kemudian saya ikuti kelas LOA Coaching dan Self Coaching maka saya mendapat jawaban yaitu menulis Hidup tanpa Arah. Ide-ide bukunya berasal dari kegiatan dan kehidupan sehari-hari saja, menulis,merenung, menemukan pola terbaik bagi diri Sendiri. 

3. Modelo que elegí vivir como escritor 

Dari buku yang saya baca ternyata sang Penulis menuliskan di buku belakangnya "Saya ingin menjadi penulis saja," dan Profesi sebagai Motivator itu sudah berakhir- Mantan Motivator. Apakah saya akan mengikuti jejaknya? melepas jubah Trainer? dan Ikut-ikutanjadi Penulis? #merenung 

Dalam hati saya, ada suara : terus saja menjadi penulis dan mengajar, bukankah untuk memiliki brand terbaik dengan kombinasi menulis dan bicara. ya Bicara yang berbobot dan berdampak, begitu juga menulis. Kita berikan yang terbaik di karya-karya kita. 

Sejatinya jadi apapun, kita membutuhkan displin diri, entah bicara atau menulis. Apa yang kita lakukan butuh konsistensi sebagaimana blogger yang membangun tulisannya hari demi haridengan satu dua postingan - ketekunanlah yang membuatnya menjadi penulis blog yang memiliki otoritas tak terbantahkan. 


4. Anfänger Schriftsteller frühe Fehler 

Kesalahan Awal penulis pemula pasti ada, saya menyebutnya sebagai media belajar dan bertumbuh. Dan kesempatan kedua untuk memperbaiki disebut dengan revisi. Di buku CSMPD saya membuat kekeliruan yang saya sengaja yaitu menuliskan KH di depan nama saya. Yang Mungkin saja dianggap sebagai Kiyai Haji, PAdahal maksud saya : keajaiban hidup. Dan gelar tersebut sudah tidak saya gunakan lagi. 

Proses editing sangat diperlukan di sini, dan Anda butuh editor handal, dan saya bukan tipe editor- saya tipe penulis yang suka menulis- apa saja sampai saya bertemu teknik menulis 30 Pola Asyik membuat tulisan lebih hidup dan berwarna, asyik dibaca sehingga menghanyutkan pembacanya. 

Kesalahan fatal penulis pemula adalah ketidaksungguhannnya dalam menyelesaikan naskah, entah buku puisi, motivasi atau buku ajar lainnya. Untungnya sekarang internet, blog dan group sosial media memandu kita plus aplikasi menulis yang menawarkan duit ketika karya Anda dibaca banyak Orang kemudian di terbitkan secara hardcopy. 

Ilyas Afsoh - 
Penulis di Semarang Jawa tengah 

Artikel Kami : Duit Dari Menulis