Saturday, January 9, 2021

Memaksa Menulis Atau Mengkondisikan Menulis?

 1. Paksa dirimu Menulis

Menulis memang dapat dipaksa, penulis dapat bersikeras - menantang dirinya menyelesaikan artikel-buku tetapi apakah hal ini baik bagi seorang penulis? Apakah ada orang yang suka dipaksa? Seberapa banyak kadar paksaan tersebut? Bagimana bila dipilih kata-kata Kondisikan dirimu untuk menulis. Misalnya 30 menit setiap pagi menulis di Blog Afsoh Publisher, menulis di buku tulis, merangkum, dan menikmati prosesnya dengan memutar murottal atau musik rileksasi. 

Atau membuat negosiasi dan dialog internal dalam diri, "Wahai diriku yuk menulis sampai 5.000 kata hari ini, setelah itu kita jalan-jalan dan makan makanan enak kesukaanmu, membeli buku fiksi kesukaanmu?" Karena ada kompensasi maka diri kita akan bersedia merampungkan tulisan yang belum selesai targetnya. 

Tulisan seperti ini mengalir begitu saja, terinspirasi dari tulisan tentang ide menulis maka saya menulis di sini dengan sangat lancar tanpa hambatan. Menulis disertai rasa syukur berupa anugerah waktu, kesempatan, inspirasi-inspirasi tiada henti setiap hati. 

2. Tulislah Meskipun Hanya satu Paragraf saja

Motivator Australia yang saya kagumi dan saya beli buku-bukunya, pernah mengungkapkan rahasia sukses menulisnya yaitu : hanya menulis satu paragraf kemudian menambah satu paragraf, satu paragraf lagi dan  menjadi satu halaman, satu bab, satu buku. Seperti Sim salabim, jadilah buku tersebut. 

Pagi ini, saya bertanya kepada diri saya, wahai alam bawah sadarku, berikan aku ide- buku apa yang sebaiknya aku tulis, dan memberi manfaat bagi banyak  orang? tolong bimbinglah diriku," begitulah self coaching yang saya terima dari Mantan Motivator semalam di zoom meeting perdana angkatan ke-5 dalam program LOA Coaching.

SAya membagi tulisan di blog menjadi tiga pargarafsampai empat paragraf kemudian membuat Subjudul baru dan saya berikan nomor-nomor, apabila sudah dapat tiga nomor maka saya  sudahi artikelnya karena beberapa alasan. Alasan pertama karena anak saya sudah bangun dan minta sarapan pagi, minum susu, atau lanjut menjawab permintaan kursus menulis di wa. 

3. Menulis Mudah karena 

Bagi saya menulis itu mudah karena kita tinggal ketik di laptop dan menghasilkan tulisan, menulis pengalaman memberikan materi kursus menulis online dengan investasi Rp 600.000/peserta selama 30 hari dengan materi wajib selesai di satu tugas baru boleh lanjut ke tugas berikutnya. Ide menulis berupa mentoring ini sangat asyik dan bagus, saya modelling dari senior saya. 

Materi tersebut ada di email, dan hari ini pikiran bawah sadar saya memberikan perintah untuk menyalin materi email menulis 30 hari Mentoring praktis menghasilkan 30 artikel dan terbit jadi Ebook-Buku. Sebuah sinyal dari dalam diri yang wajib dieksekusi jangan sampai ada konflik batin. Jangan abaikan sinyal;-sinyal dan dorongan dari dalam dirimu- 

Hal ini karena saya punya sekitar 300 email - 300 akun gmail yang saya buat sejak 2010 hingga hari ini,waktu itu, beli perdana sangat mudah, begitu nomor perdana hp dapat- langsung dibuatkan email, sayangnya sejak ada kasus bom bunuh diri, teror bom dan terorisme dari golongan radikal islam, maka pendaftaran nomor hp sangat dibatasi hanya tiga nomor saja. 

Sampai Jumpa di Kelas Mentoring Menulis 30 Hari 
ILYAS AFSOH - Owner Afsoh Publisher 
Penerbit Indie Indonesia (Self Publishing) 
0821-4150-2649 


No comments:

Post a Comment